Jumat, 04 November 2011

Kumpulan puisi kehidupan

Ditulis Oleh: Praveen

Together
hanya kau dan aku,
memegang tangan dan menatap mata masing-masing,
itu sudah lama,
itu sudah lama;
hilang dalam kegilaan hidup,
dekat tetapi lebih jauh,
dari satu sama lain,
saya tidak tahu apa yang harus dilakukan;
sendirian dan hilang,
mimpi ini adalah semua yang membuat saya hidup,
membuat saya dan Anda hidup,
menunggu saat itu menjadi kenyataan;
menghitung hari,
untuk bertemu dengan Anda di sisi lain,
tinggi di atas dunia,
berulang-ulang dalam pikiran saya;
saya menutup mata saya dan saya melihat Anda di sana,
saya melayang jauh untuk tidur dan Anda di sana,
menungguku untuk melarikan diri dari kenyataan dan menyelam
dalam mimpi ini, di mana Anda dan saya, bersama-sama;
bersama-sama, sampai matahari bersinar,
bersama-sama, sampai kegilaan naik lagi,
bersama-sama, kita akan membuat mimpi ini menjadi kenyataan,
bersama-sama cepat!

Andaikan Boleh Meminta

Teringat pesan ibu di hari minggu
saat bus aku tunggu
Dik, jika ayah pulang
kamu ingin apa ?
Aku tidak menjawab, diam
Dik, kamu mau apa ?
Aku masih diam, tak menjawab
Dan ibu pun bosan bertanya
Saat duduk di atas bus tua yang pengap
Aku tetap tak menjawab
Aku hanya bicara pada ibu aku ingin
belaian kasih sayang ayah dan ibu
sampai matahari terbit dari barat

(Anonim)


Aku Dalam Waktu

sementara waktu memacu laju hari
matahari bergeser menuju barat
lelah kini terasa di penghujung gundahaku masih terdiam…

pun esok masih melaju mengiring waktu
percuma akan menangis dalam penghujung kisahku
telah kutabur benih dan telah ku menunggu
takutku terus melingkar dalam waktu
kutunggu segala kutunggu
hingga aku berlalu…

(Moenthe Carlo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar